Babad Kayu Selem

Di desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, tersimpan sebuah naskah kuno yang sarat makna, Babad Pasek Kayu Selem. Naskah ini, yang ditulis di atas daun lontar, menjadi saksi bisu perjalanan panjang keluarga Pasek Kayu Selem, salah satu marga penting di Bali.

Babad ini menceritakan tentang asal-usul keluarga Pasek Kayu Selem yang awalnya bermukim di sekitar Gunung dan Danau Batur. Mereka kemudian membangun bangunan suci di Desa Songan yang kini dikenal sebagai Pura Tampuhyang di Toya Bungkah. Pura ini menjadi simbol spiritualitas dan kekuatan spiritual bagi masyarakat setempat.

Naskah ini ditulis dalam bahasa Bali Tengahan yang bercampur dengan bahasa Sanskerta, dengan gaya penulisan yang unik dan berbeda dari struktur babad lainnya. Babad Pasek Kayu Selem tidak hanya menceritakan tentang sejarah keluarga Pasek, tetapi juga mengisahkan beberapa kejadian penting di Pulau Bali, seperti letusan Gunung Agung dan Gunung Batur, serta kedatangan para Dewa dari Jawa untuk memberikan ketenteraman.

Pasek Kayu Selem dipercaya sebagai keturunan dari Mpu-Mpu yang hijrah ke Bali dan memiliki hubungan dengan kerajaan-kerajaan kuno di Bali. Mereka memiliki peran penting dalam sejarah dan masyarakat Bali, dan Babad Pasek Kayu Selem menjadi bukti penting dari warisan budaya dan spiritual mereka.

Naskah kuno ini menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan spiritual leluhur, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi-generasi mendatang untuk terus menjaga dan menghormati tradisi dan nilai-nilai yang telah diwariskan.

Komentar

Postingan Populer